Kamis, 21 Juni 2012

Pengertian dan Fungsi Pranata Sosial kelas VIII


A.    PENGERTIAN DAN FUNGSI PRANATA SOSIAL
1.     Pengertian Pranta Sosial
Pranata social berasal dari istilah social institution. Para ahli sosiologi di Indonesia menerjemahkan istilah social institution dengan istilah yang berbeda-beda. Misalnya Selo Soemardjan, Soelaeman Soemardi, dan Soerjono Soekanto menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan untuk pranata social.
Koenjaraningrat menyebut istilah social institution dengan istilah pranata social. Ia menyatakan bahwa pranata social adalah suatu system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kebutuhan kompleks dan kebutuhan khusus dalam masyarakat. Misalnya aturan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kebutuhan ekonomi, dan lain-lain.        
Menurut Koenjaraningrat, pranata social memiliki 8 macam tujuan, yaitu:     
a.      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan social dan kekerabatan, yaitu yang disebut kinship atau domestic institution. Contohnya perkawinan, pinagan, tolong-menolong antarkerabat, pengasuhan anak, soapan santun antar kerabat, system istilah kekerabatan, poligami, percerian, dan sebagainya.
b.      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusikan harta benda atau economic institutions. Contohnya pertanian, perikanan, koperasi dan macam-macam perdagangan.
c.       Pranata yang bertujan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia atau educational institutions. Contohnya pendidikan masyrakat, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, tempat-tempat kursus, dan tempat-tempat pelatihan-pelatihannya.
d.      Pranata yang betujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia atau scientific institutions. Contohnya sebagai macam metode ilmiah dan pendidikan ilmiah lainnya.
e.      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa keindahan dan rekreasi atau aesthetic and recreational institutions. Contoh: seni suara, seni rupa, seni gerak, seni lukis, dan seni sastra.
f.        Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau religus institutions. Contohnya doa.
g.      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara atau political institutions. Contohnya pemerintahan, demokrasi, kehakiman kepoisian, dan sebagainya.
h.      Pranata-pranata yang mengurus kebutuhan jasmani manusia atau  somatic institutions. Contohnya pemeliharaan kecantikan, kesehatan, dan kedokteran.  
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa dalam sebuah pranata  terdapat dua hal yang utama, yakni aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan norma yang mengatur aktivitas tersebut. Di dalam pranata social terdapat seperangkat aturan yang berpedoman pada kebudayaan. Oleh karena itu pranata social bersifat abstrak karena merupakan seperangkat aturan. Adapun wujud dari pranata social adalah berupa lembaga (institute).                                                                     
Pranata dan lembaga memiliki makna yang berbeda. Pranata merupakan system norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus, sedangkan lembaga atau institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu. Misalnya secara naruliah setiap manusia memiliki kebutuhan penyaluran hasrat seksual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut orang harus berkeluarga yang diawali dengan mencari pasangan yang cocok kemudian menikah secara sah. Dalam hal ini untuk membentuk keluarga ada lembaga yang mengurusinya, yakni lembaga perkawinan.
Selain itu, pengertian pranata social juga disampaikan oleh beberapa ahli sosiologi dari luar atau dalam negeri sebagai berikut:
1.      Bruce C. Cohen
Bruce C. Cohen menyatakan bahwa pranata social adalah suatu system pola-pola social yang tersusun rapid an relative bersifat permanen, mengandung perilaku tertentu yang kkoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat.
2.      Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
Menurut Paul B. Harton dan Chester L. Hunt berpendapat bahwa yang dimaksud dengan pranata social adalah suatu system norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting.
3.      Peter L. Berger
Menurut Peter L. Berger, pranata social adalah pola yang sudah pasti mengenai tingkah laku manusia.
4.      Mac Iver dan Page
Mac Iver dan Page berpendapat bahwa pranata social adalah tata cara atau prosedur yang telah tercipta untuk mengatur hubungan antara manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok masyarakat yang dinamakan associantion.
5.      Soerjono Soekanto
Soerjono Soekanto menyatakan bahwa pranata social merupakan himpunan dari norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.


6.      Roucek dan Warren
Menurut Roucek dan Warren, pranata social adalah pola-pola yang telah mempunyai kedudukan tetap atau pasti untuk mempertemuan bermacam-macam kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasan –kebiasaan dengan mendapat persetujuan dari cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi, untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.
7.      Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Pranata social adalah semua norma-norma dari segala tingkat yang berkiasar pada suatu keperluan pokok dalam kehidupan masyrakat merupakan suatu kelompok yang diberi nama lembaga kemasyarakat.
8.      Koentjaraningrat
Pranata social adalah satu system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
Beberapa pendapat tersebut tidak menentukan beberapa jauh lembaga yang berkaitan dengan pranata social. Namun demikian, perlu ditentukan karakteristik dari suatu pola social yang dapat disebut pranata social. Kriteria tersebut antara lain sebagai berikut:
a.      Terdapat tujuan utama yang menjadi kebutuhan khusus masyarakat.
b.      Mengadung nilai-nilai pokok yang bersumber dari para anggotanya.
c.       Lembaga yang dimaksud relative permanen, yaitu berkaitan dengan ola-pola perilaku yang ditetapkan dalam lembaga sehingga menjadi tradisi dalam kebudayaan yang ada.
d.      Landasan lembaga hendaknya memiliki  cangkupan yang luas sehingga mampu mengoordinasikan kegiatan masyarakat.
e.      Secara organisasi disusun secara sempurna, walaupun tidak menutup kemungkinan terdapat saling menbantu antarlembaga.
f.        Ide-ide lembaga hendaknya dapat terima oleh sebagian besar anggota.

2.      Fungsi Pranata Sosial

Pranata social suatu masyrakat sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat yang bersangkutan. Hal ini disebabkan pranata social terbentuk dari suatu nilai, norma, dan perilaku yang dianggap penting oleh masyarakat yang kemudian dibabukan. Selain itu keberadaan pranata social bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Anggota masyarakat yang malanggar pranata social akan mendapatkan sanksi.





Pranata social mempunyai beberapa fungsi-fungsi penting berikut ini:
a.      Memberikan pedoman
Pranata social memberi pedoman atau petinjuk kepada masyarakat bagaimana mereka hatus bertingkah laku atau bersikap dalam masyarakat agar tingkah lakunya sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Contohnya larangan mebuang samapah di sembarang tempat, menghormati orang yang lebih tua, mebantu tetangga yang sedang tertimpa bencana atau musibah, dan lain-lain.
b.      Menjaga keutuhan dan integrasi masyarakat
Dengan adanya norma yang dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk, setiap anggota masyarakat tidak dapat bertindak semaunya sendiri. Dengan demikian, dalam masyarakat akan tercipta keteraturan dan kehidupan yang harmonis. Suasana tersebut apabila dipelihara dan dikembangkan secara terus-menurus dapat menjaga keutuhan dan itegrasi dalam masyarakat.
c.       Memberikan pegangan pada masyarakat
Pranata social yang di dalamnya terkandung norma-norma dijadikan pedoman dan pegangan di anggota msyarakata untuk bertindak dan bertingkah. Hal itu dimaksudkan agar apa yang dilakukanya tidak menyimpang dari norma-norma yang ada dalam masyrakat. Dengan demikian, pranata social dijadikan sebagai system atau alat pengendalian social terhadap tingkah laku masyarakat.

3.      Ciri-ciri Pranata Sosial
Pranata social ada atau terjadi karena kebutuhan hidup masyarakat untuk mencapai kehidupan bersama secara tertib, teratur, dan serasi. Proses perkembangan norma-norma menjadi pranata social disebut institusi, atau pelembagaan.
Melalui proses tersebut, norma kemasyarakatan akan dikenal, diakui, dihargai, dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. Norma kemasyarakatan yang akan menjadi pranata social, harus memenuhi 3 persyarakatan, yaitu sebagai berikut:
a.      Norma tersebut diterima oleh sebagian masyarakat.
b.      Norma tersebut telah mendarah daging atau enjiwai seluruh anggota masyarakat.
c.       Norma tersebut mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat.
Pranata social mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Memiliki lambing-lambang sebagai ciri khasnya
2)      Memiliki tingkat kekekalan tertentu
3)      Memiliki tradisi tertulis maupun tidak tertulis
4)      Merupakan suatu system pola-pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan
5)      Memiliki satu atau beberapa tujuan
           Menurut Gilin dan Gilin pranata social memiliki ciri-ciri yang harus diketahui, yaitu sebagai berikut:
a.      Memiliki alat kelengkapan
Pranata social memliki alat kelengkapan yang digunakan untuk mewujudkan tujuan pranata social tersebut.
b.      Memiliki ideology
Pranata social memliki idelogi atau gagasan mendasar yang dianggap ideal bagi para pendukung pranata. Dalam pranata politk Indonesia, terdapat ideology Negara, yaitu Pancasila.
c.       Memiliki tingkat kekebalanatau daya tahan
Pranata social harus memiliki daya tahan atau kekebalan. Misalnya, pranata pendididkan yang memiliki kurikulum guna mewujudkan tujuannya.
d.      Memiliki tata tertib dan tradisi
Pranata social harus memiliki aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang merumuskan tujuan-tujuan sikap-sikap dan perilaku-perilaku dari individu anggota kelompok social. Tata tertib dan tradisi tersebut harus diikuti oleh semua anggota kelompok social atau masyarakat. Misalnya, pranata dalam masyarakat harus mengikuti rapat RT, kerja bakti, dan sebagainya.
e.      Memiliki symbol
Setiap pranata sosoal harus memiliki symbol sebagai ciri khusus. Misalnya, dalam pranata politik terdapat symbol bendera atau lambing.
f.        Waktu atau umurnya lebih lama
Pada umumnya usia pranata social lebih lama dibadingkan usia manusia. Hai ini bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Misalnya, system pertunangan yang sudah ada sejak dulu dan dianut oleh masyarakat. Pola-pola perilaku yang ditetapkan menjadi bagian dari tradisi atau kebudayaan yang ada.

Sejarah Dakwah Islam kelas VIII


Tugas Pendidikan Agama Islam

Sejarah Dakwah Islam



Sejarah Dakwah Islam
                Islam mewajibkan kepada seluruh umatnya untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut ilmu bagi tiap muslim adalah fardu’ain. (H.R. Ibnu dan Baihaqi)
            Di Jazirah Arab khususnya Kota Mekah merupakan tempat di mana Allah mengutus seorang rasul-Nya yakni Nabi Muhammad saw., untuk melengkapi kebenaran risalahnya. Allah menurunkan wahyu-Nya yakni kitab suci Al-qur’an, sekaligus sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Di samping itu Allah juga menurunkan pula hadis-hadis sebagai penjelas dari alquran yang disampaikan melalui sumber hokum utama dalam islam. Alquran dan hadis ini pula yang menjadi acuann utama dalam ilmu pengetahuan.
A.    Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan sampai Masa Abbasiyah
1.      Masa Nabi Muhammad saw., dan Khulafaur Rasyidin
Dalam menyelesaikan setiap permasalahan umatnya, Rasulullah senantiasa berpedoman kepada Alquran. Apabila terdapat suatu permasalahan yang tidak dapat dijawab, biasanya beliau menangguhkannya untuk menunggu turunnya wahyu dari Allah awt.                                      
Setelah wafatnya Rasulullah saw para sahabat (Khulafaur Rasyidin) Rasulullah berperan menggatikan posisi beliau dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi umat islam. Permasalahan tersebut diantaranya:
1)      Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi
2)      Banyak orang-orang yang murtad
3)      Banyak yang tidak mau mengeluarkan zakat
Ijmak sahabat adalah keputusan dari musyawarah, setelah segala sesuatunya dikembalikan kedapa Alquran dan hadis Rasulullah saw.
Para Khulafaur Rasyidin tersebut ialah:
a.      Abu Bakar as Sidiq
b.      Umar bin Khattab
c.       Ali bin Abu Thalib
d.      Usman bin Affab
e.      Jaiz bin Tsabit
2.      Masa Tabiit dan Tabiin
Tabiit dan tabiin : masa setelah para Khulafaur Rasyidin.
      Perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam ini berkembang pesat terutama pada masa Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti Bani Abbasiyah.

a. Dinasti Bani Umayyah
Dinasti Bani Umayyah merupakan dinasti pertama dalam sejarah islam. DInasti Bani Umayyah diambil dari nama Umayyah, kakeknya Abu Sufyan bin Harb, atau nenek moyangnya Muawiyah bin Abi Sufyan. Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyabin Abi Sufyan dengan pusat pemerintahannya berada di Damaskus dan berlangsung selama 90 tahun (41 – 132 H/ 661-750 M).                                                                                                                              Beberapa displin ilmu yang berkembang pada masa Dinasti Umayyah :
1.      Ilmu hadist
Yakni keberhasilan membukukan hadist. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan adalah Aisyah dan Abu Hurairah. Salah satu khalifah pada masa Bani Umayyah yang sangat peduli terhadap pembukuan hadist adalah Umar bin Abdul Aziz.
2.      ilmu tafsir
dalam al-Qur’an sendiri ada dua jenis ayat, yakni
·         ayat muhkamat yang tafsirannya jelas
·         ayat mutasyabihat yang tafsirannya masih samar
Metode penafsiran:
·         bir ra’yi yaitu metode penafsiran dengan menggunakan aksi pikiran
·         bil ma’sur yaitu dengan menggunakan ayat al-qur’an, hadist, perkataan sahabat, maupun dengan kitab-kitab Allah sebelum al-qur’an.
3.      Ilmu tasawuf
Secara bahasa tasawuf berarti suci, bersih, atau jernih. Seseorang yang menganut ajaran tasawuf biasa disebut sufi. Beberapa tokoh sufi yang terkenal pada masa Dinasti Bani Umayyah:
1)      Hasan al Basri di Irak
2)      Ibrahim bin Adham di Iran
3)      Sufyan as Sauri di Irak
4)      Said bin Musayyab di Madinah
4.      Ilmu fiqih
Bahasa : pemahaman.
Istilah   : sebuah pemahaman atas teks-teks al-qur’an dan hadits yang kemudian ditarik sebuah kesimpulan dan dibuatkan suatu ketentuan hukumnya.
Salah satu  cara menetapkan hukum:
1)      Ijmak (kesepakatan para fukaha dalam menetapkan suatu hokum)
2)      Qiyas (menyamakan)
3)      Istihsan (melihat kebaikanya)
4)      Istinbat (menarik kesimpulan dari dalili-dalil yang ada)
5)       
b. DInasti Bani Abbasiyah
            Diansti Bani Abbasiyah diamnil dari nama al Abbas bin Abdul Muttalib, paman Nabi Muhammad saw. Pendirinya ialah Abdullah as Saffah bin Ali bin Abdullah bin al Abbas, yang lebih dikenal dengan sebutan Abul Abbas as SAffah. Dinasti Bani Abbasiyah berdiri kurang lebih 550 tahun sekitar tahun 132-656 / 750-1258 M. Pusat pemerintahannya di Kota Baghdad.
Tokoh pendiri DInasti Bani Abbasiyah :
·         Abul Abbas as Saffah
·         Abu Ja’far al Mansur
·         Ibrahim al Imam
·         Abu Muslim al Khurasani
Bani Abbasiyah memiliki khalifah sebanyak 37 orang. Masa pemerintahan para Khalifah :
·         Abul Abbas as Saffah – Khalifah Al Watsiq Billah (132-232 H/ 749-879 M) -> keemasan
·         Al Mutawakkil – al Mu’tashim -> kemunduran, akibat serangan bangsa Mongol Tartar pimpinan Klulagu Khan pada tahun 656 H/ 1258 M.
Beberapa tokoh filsafat pada masa Dinasti Bani Abbasiyah :
·         Ibnu Sina
·         Al Kindi
·         Al Farabi
·         Ar Razi
·         Ibnu Bajah

1.      Bidang astronomi/ perbintangan                                                                                                         Beberapa ulama yang ditunjuk khusus bekerja untuk kepentingan Negara, seperti al Farabi dan al Fargani. Pada masa ini juga dikenal seorang astronom yang bernama al Biruni. Hasil karyanya yang bernama al Qanun dan 113 buku lainnya.
2.       bidang kedokteran
            Seorang ahli kedokteran yang sangat terkenal adalah Yuhannah bin Musawaih dengan al ‘Asr al Maqalat fi al ‘Ain (tentang pengobatan penyakit mata). Selain Yahannah bin Musawaih, dikenal juga Abu Bakar ar Razi, pemimpin para dokter di seluruh Baghdad. Beberapa karyanya yang sangat terkenal di antaranya Kitab Asrar, Kitab al Manshuri,la Juwadi wa al Hsbah, dan al Hawi ng merupakan sebuah ensiklopedia tentang pengobatan dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada tahun 1279 serta menjadi buku pegangan penting selama berabad-abad lamanya di Eropa.
Ahli kedokteran lainnya :
·     Ibnu Maimun
·   Abu al Qasim
·   Tsabit bin Qurrah
·   Ibnu Bajjah
·   Ibnu Thufail
·   Muhammad at Tamimi

3.      Bidang hadis
Tujuan dari pengkodifikasian ini adalah untuk memurnikan kembali hadis-hadis Rasulullah supaya dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber hokum yang kedua setelah Alquran.
Beberapa ulama hadis yang terkenal pada masa itu:
·         Imam al Bukhari, bukunya, Sahih Bukhari merupakan kumpulan hadis berkualifikasi sahihyang jumlahnya sekitar 7200 hadis
·         Abu Muslim al Jajjaj yang berasal dari Nishapur, karyanya adalah Sahih Muslim, dapat dikatakan sebanding dengan Sahih Buhkari.
·         Abu Dawud      = al Kutub al Sittah
·         Tirmizi             = al Kutub al Sittah
·         Nasai               = al Kutub al Sittah

4.      Bidang tafsir
Tafsir ar ra’yu
Daerah Berkembang: Basrah, Kufah, Khurasan
Faktor : Berkembangnya ilmu filsafat lebih banyak menggunakan logika.
Ulama penafsir:
·         Ar Razi
·         At Tabari
·         Zamakhsyari
·         Abu Bakar al Munzir an Nizaburi
·         Abu Syaikh bin Haitam
·         Al Hakim
5.      Bidang fiqih
Di antara kebanggan zaman pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah yang pertama adalah terdapatnya 4 imam mazhab fiqih, diantarnya:
·         Imam Abu Hanifah
·         Imam Malik
·         Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hanbal

6.      Bidang tasawuf
Tokoh-tokoh tasawuf : Hasan Basri, Malik bin Dirar, Sofyan Sauri, Tawus, dan Rabi’ah Adwiyah.